PT. ARTHA MULIA BETON - BETON READY MIX

Mutu Pagar Panel Beton K225

Minggu, 27 Desember 2015

Pencampuran bahan semen guna mendapatkan pagar panel beton berkualitas tidak bisa hanya mengandalkan perkiraan. Dibutuhkan pengukuran yang cermat dan tepat dalam prosesnya agar pagar panel beton Anda kuat dan bertahan lama. Biasanya pagar panel beton beton banyak digunakan sebagai pembatas lahan dan melindungi area lahan. Pagar Panel Beton terdiri atas campuran semen, agregat halus/pasir, agregat kasar, dan air. Untuk mendapatkan pagar panel beton berkualitas, perbandingan campuran bahan harus sesuai standar yang telah ditetapkan. Penggunaan air juga tidak boleh  berlebihan dan keseimbangan perbandingan agregat kasar dan halus harus tepat sehingga campuran pagar panel beton halus. Perhatikan juga proses pengadukannya harus homogen.

Kualitas beton itu sendiri banyak macamnya tergantung pada  kekuatannya menahan beban tekan  tiap cm2-nya. Misalnya beton K 175 mampu menahan beban 175 kg/cm2 setelah  beton tersebut berumur 28 hari. Begitu pula dengan beton K 200 dan K 250 yang mampu menahan beban 200 kg/cm2 dan 250 kg/cm2 setelah berumur 28 hari. Beton K 175 dan K 200 bisa digunakan untuk  mengecor kolom, pondasi,  lantai pabrik, atau  konstruksi yang tidak membutuhkan beton bermutu tinggi.  Sedangkan K 225 dan K 250 untuk pengecoran dak, tangga, dan balok dengan bentang yang tidak terlalu panjang.
 
Untuk memperoleh mutu pagar panel beton sangat dipengaruhi perbandingan bahannya. Pagar Panel Beton kualitas sedang, misalnya K225 hingga K250 dapat menggunakan metode perbandingan 1 semen : 2 pasir : 3 agregat kasar hingga perbandingan 1 semen :1,5 pasir : 2,5 agregat kasar. Sedangkan untuk  pagar panel beton kualitas tinggi  seperti  K400 menggunakan metode perbandingan berat dan memerlukan perencanaan khusus.  Di sini penggunaan jumlah  semen sangat berpengaruh terhadap kualitas pagar panel beton, karena sebagai perekat material  yang lain. Perbandingan bahan dari tiap campuran pagar panel beton adalah  perbedaan jumlah  pemakaian semennya, sedangkan volume  pasir dan agregat kasar tidak banyak  berubah.
Penambahan semen pada  campuran pagar panel beton memang dapat meningkatkan kualitasnya, namun perbandingan penggunaan air dengan semen juga sangat menentukan, selain tingkat  kekerasan, bentuk, gradasi, permukaan dan ukuran maksimum dari agregat yang digunakan. Penggunaan volume  air yang berlebihan dapat berisiko menurunkan kuat tekan beton, bleeding, shrinkage/susut, atau terjadinya pemisahan antara agregat kasar dan halus. Namun, untuk  memperoleh hasil yang lebih maksimal,  proses  pengecoran, pemadatan dan perawatan pagar panel beton juga harus diperhatikan.

Contoh Perhitungan Kebutuhan Semen Pada Pagar Panel Beton Setara K 225
Jenis pagar panel beton setara K225 dapat menggunakan perbandingan volume 1 semen : 2 pasir : 3 agregat kasar : 0,5 air.


Berat jenis bahan:
  • Semen : 3100 kg/m3 
  • Pasir: 2600 kg/m3 
  • Agregat kasar : 2600 kg/m3 
  • Air : 1000 kg/m3
Berat jenis pagar panel beton segar : 2325 kg/m3 (berat jenis rata-rata bahan) Volume tiap bahan per 1m3 pagar panel beton:
  • Semen: 1 / 6,5 = 0,15 m3 
  • Pasir: 2 / 6,5 = 0,31 m3 
  • Agregat kasar : 3 / 6,5 = 0,46 m3 
  • Air : 0,5 / 6,5 = 0,08 m3
Berat tiap bahan yang dibutuhkan per 1 m3 pagar panel beton:
  • Semen : 0,15 m3 x 2325 kg/m3 (berat jenis pagar panel beton segar) = 358 kg 
  • Pasir : 0,31 m3 x 2325 kg/m3 (berat jenis pagar panel beton segar) = 715 kg 
  • Agregat kasar : 0,46 m3 x 2325 kg/m3 (berat jenis pagar panel beton segar) = 1073 kg 
  • Air : 0,08 m3 x 2325 kg/m3 (berat jenis pagar panel beton segar) = 179 kg

Subscribe your email address now to get the latest articles from us

 
Copyright © 2016. PT. ARTHA MULIA BETON / PT. AM BETON.
Design by Budi Haryanto - Distributed By PT. Artha Mulia Beton